Kamis, 08 Desember 2016

Bentuk Rima Ala Nanat

Vas Bunga Merah Muda 

         
         Gerimis jatuh kala hari selasa, Lala melangkah bersama Jana di bawah senja dengan membawa vas bunga berwarna merah muda.  
           Diperjalanan vas bunga yang merah merona, pecah terpental ke jalan raya karena ulah Mira yang membawa sepeda tergesa-gesa. Jana dan Lala saling terbelalak menatap sepasang mata. Mira tiada tahu jika vas bunga itu ternyata menyimpan kenangan rasa tentang Jana dan Lala yang mereka harap menjadi kita. 
        Setelah senja menjadi sepasang mata atas peristiwa, semuanya tiada bersuara. Mira duduk diatas batu-batu tua, dan matanya jatuh di utara, mungkin ia sedang memikirkan kesalahannya. Namun Jana dan Lala hanya bisa menyembunyikan rasa kesunyian di remang jagat raya. 
         Waktu berlalu lalang pindah tak ada yang sanggup mewakilinya. Mira akhirnya berkata maaf atas kesalahannya, hujan air mata Mira menyentuh dua pelupuk matanya, karena Jana dan Lala tak tega melihatnya, maka mereka pula memaafkan kesalahannya. 
        Andai saja Mira mengayun sepeda dengan manja tak tergesa-gesa, pastilah semerbak rasa cinta yang ada pada Jana dan Lala tak menyeruak luka karena pecahnya vas bunga merah muda. Namun cinta adanya selalu tawarkan cerita suka dan duka.


Karya: Natia Istianah (zardi_sastra)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar