Jumat, 23 Desember 2016

R E P O R T A S E

Kiprah Pemuda Dalam Dunia Usaha Pendidikan


 
Bandung - Pengantar Ilmu Jurnalistik, salah satu mata kuliah program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) yang diampu oleh Dudi Rustandi, M.I.Kom. mengadakan Ujian Akhir Semester (UAS) dengan cara berbeda. yakni diadakannya seminar pendidikan di rumah makan Ampera jalan Soekarno Hatta, Rabu (14/12).

Pemuda selain hanya menuntut ilmu, haruslah mampu menciptakan dunia usaha yang dapat menanamkan modal awalnya untuk di kemudian hari.  Melalui Seminar Pendidikan  dengan tema “Kiprah Pemuda Dalam Menciptakan Ruang Usaha Dunia Pendidikan” pemateri pertama Taryadi S.S menegaskan, mahasiswa harus mampu mengubah pola pikir yang selama ini masih banyak berorientasi mencari kerja atau mejadi pegawai. Artinya selesai kuliah, mereka sibuk mencari pekerjaan, bukan menciptakan lapangan pekerjaan atau bahkan justru lulus kuliah mereka dihadapkan dengan kebingungan.

“Pola pikir seperti itu seharusnya sudah diubah, karena di luar sana masih banyak peluang yang dapat dimanfaatkan oleh para lulusan universitas atau perguruan tinggi, karena pada nantinya pesaing di dunia kerja bukan hanya mahasiswa UIN, namun seluruh mahasiswa Indonesia” ucap Taryadi S.S, mahasiswa S2 UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Seminar yang dihadiri oleh kisaran 40 mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung tampak antusias dan berjalan dengan lancar. Seminar bertambah hidup dengan adanya pemateri kedua yang memaparkan bahwa agar bisa menjadi seorang entrepreneur, khususnya mahasiswa harus mampu merubah paradigma.

“untuk menjadi seorang entrepreneur coba dimulai dari merubah paradigma diri masing-masing seperti bertanggung jawab, belajar menjadi mahasiswa yang baik, belajar menjadi pemimpin, minimal bisa menjadi pemimpin untuk diri sendiri” ucap Dadang Husein, yang pernah mengenyam pendidikan nonformal diklatin 2006.

Hakikatnya membentuk dunia usaha dalam dunia pendidikan memiliki penghargaan lebih ketimbang usaha-usaha lainnya, dengan mengubah pola pikir sejak dini menjadi salah satu tolak ukur untuk merubah masa depan yang lebih baik.

Reporter: Natia Istianah.


 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar