Jumat, 09 Desember 2016

Renungan Sedetik


PERMEN VS CABAI

Permen bukan semata-mata makanan, melainkan karya seni yang penuh keunikan dalam memakannya.

Permen identik dengan anak kecil. Tapi tak hanya kuasa suguhkan rasa manis, tapi bisa diadukan dengan rasa apapun untuk memanjakan indera pengecap dan rasa.

Permen bak warna warni ‘kehidupan’, kadang manis, kadang asam, bahkan kadang pedas, bercampur baur mengaduk jiwa dan perasaan.

Ada masam terasa saat menikmati permen nano-nano, rasa segar saat memakannya bak mata meloncat dari rasa kantuk yang hebat.

Sementara Cabai, sesempurna apapun cabai yang kau racik menjadi makanan lezat, tetaplah cabai menyimpan sisi pedas yang tak mungkin kita hindari adanya.

Cabai itu teramat jujur, dan tak bisa berpura-pura manis seperti permen.

Kawan, Hidup ini teramat singkat.

Waktunya seperti jarak antara adzan sampai sholat.

Belajarlah dari sebuah ‘permen’, walaupun rasa nya manis, tapi ia pun tetap bisa muncul dengan rasa pedas seperti ‘cabai’

Janganlah dengki dengan kelebihan orang, tapi justru belajarlah dari mereka.  

Belajarlah dari sebuah ‘cabai’, ia teramat jujur, dan tak bisa berpura-pura manis seperti permen

Hiduplah engkau seperti adanya dirimu, seutuhnya. Mencintai ciptaan-Nya dengan menghiasinya tanpa merubahnya.
                                                                       
                                                                                                       Natia Istianah
                                                                                                       (zardi_sastra)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar